Bro, jangan kelamaan!!


Sahabat: Bro, jangan kelamaan...
Saya: Kelamaan apanya?
Sahabat: Kelamaan ngelamar...
Saya: ......?

Di atas adalah penggalan dialog saya dengan sahabat saya. Malem-malem dia ke rumah saya buat ngungkapin semua kecewanya terhadap wanitanya.

Kejadiannya adalah sahabat saya (panggil aja dia Joni) ini menyukai (bahkan mungkin mencintai) seorang wanita yang berbeda kota dengannya. Wanita yang dulu pernah belajar bareng di kampus yang sama.

Menilik cerita Joni, saya pikir mereka baik-baik saja. Hubungan lancar disertai komunikasi yang efektif.

Ternyata enggak!

Joni bercerita bahwa si wanita menganggap Joni 'gak dateng-dateng' buat berkomitmen. Ngelamar, dst. Akhirnya dilamar oleh pria lain yang 'siap'. Memang seorang Joni bukanlah pria yang ingin 'meresmikan' hubungan dengan istilah pacaran.

Di sisi lain, Joni bener-bener menyiapkan semuanya. Dari pekerjaan mapan, rencana membeli rumah dan kendaraan, tabungan masa depan, dsb.

Joni dengan rencana matangnya dan (mungkin) ingin datang di saat yang 'paling' tepat. Dan si wanita yang hanya menunggu dan menunggu, tidak ada inisiatif untuk menanyakan kejelasan.

Apakah ini salah satu peristiwa yang lahir karena pria dari Mars dan wanita dari Venus (padahal dua-duanya dari Bumi :P) saya tidak tahu. Yang jelas, saya tahu, keduanya, terutama si Joni kecewa dengan kenyataan yang tidak sesuai dengan yang dia yakini.

Menurut kalian, baiknya gimana? Buruan ngelamar atau......?

Also posted at here.

4 comments

  1. hahahha...betul..buruan..kalo emang udah manteb..yakin...segeralah...
    Wanita menunggumu.....

  2. Siip! Let's propose her. ;)

  3. Nggak ada salahnya kan, ngelamar? :D
    Sok atuh dilamar segera. :))

  4. Sabar, bro. Insya Allah pasti saya lamar. :P

Poskan Komentar